Jumat, 11 Oktober 2013

Lutung kasarung

   ASSALAMU..ALAIKUM...WR.WB
CERITA RAKYAT
Lutung Kasarung
Prabu Tapa Agung menunjuk
Purbasari, putri bungsunya sebagai
pengganti. "Aku sudah terlalu tua,
saatnya aku turun tahta," kata Prabu
Tapa.
Purbasari memiliki kakak yang
bernama Purbararang. Ia tidak setuju
adiknya diangkat menggantikan
Ayah mereka. "Aku putri Sulung,
seharusnya ayahanda memilih aku
sebagai penggantinya," gerutu
Purbararang pada tunangannya yang
bernama Indrajaya. Kegeramannya
yang sudah memuncak membuatnya
mempunyai niat mencelakakan
adiknya. Ia menemui seorang nenek
sihir untuk memanterai Purbasari.
Nenek sihir itu memanterai
Purbasari sehingga saat itu juga
tiba-tiba kulit Purbasari menjadi
bertotol-totol hitam. Purbararang
jadi punya alasan untuk mengusir
adiknya tersebut. "Orang yang
dikutuk seperti dia tidak pantas
menjadi seorang Ratu !" ujar
Purbararang.
Kemudian ia menyuruh seorang
Patih untuk mengasingkan Purbasari
ke hutan. Sesampai di hutan patih
tersebut masih berbaik hati dengan
membuatkan sebuah pondok untuk
Purbasari. Ia pun menasehati
Purbasari, "Tabahlah Tuan Putri.
Cobaan ini pasti akan berakhir,
Yang Maha Kuasa pasti akan selalu
bersama Putri". "Terima kasih
paman", ujar Purbasari.
Selama di hutan ia mempunyai
banyak teman yaitu hewan-hewan
yang selalu baik kepadanya.
Diantara hewan tersebut ada seekor
kera berbulu hitam yang misterius.
Tetapi kera tersebut yang paling
perhatian kepada Purbasari. Lutung
kasarung selalu menggembirakan
Purbasari dengan mengambilkan
bunga –bunga yang indah serta
buah-buahan bersama teman-
temannya.
Pada saat malam bulan purnama,
Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia
berjalan ke tempat yang sepi lalu
bersemedi. Ia sedang memohon
sesuatu kepada Dewata. Ini
membuktikan bahwa Lutung
Kasarung bukan makhluk biasa.
Tidak lama kemudian, tanah di
dekat Lutung merekah dan
terciptalah sebuah telaga kecil,
airnya jernih sekali. Airnya
mengandung obat yang sangat
harum.
Keesokan harinya Lutung Kasarung
menemui Purbasari dan memintanya
untuk mandi di telaga tersebut. "Apa
manfaatnya bagiku ?", pikir
Purbasari. Tapi ia mau menurutinya.
Tak lama setelah ia menceburkan
dirinya. Sesuatu terjadi pada
kulitnya. Kulitnya menjadi bersih
seperti semula dan ia menjadi cantik
kembali. Purbasari sangat terkejut
dan gembira ketika ia bercermin
ditelaga tersebut.
Di istana, Purbararang memutuskan
untuk melihat adiknya di hutan. Ia
pergi bersama tunangannya dan
para pengawal. Ketika sampai di
hutan, ia akhirnya bertemu dengan
adiknya dan saling berpandangan.
Purbararang tak percaya melihat
adiknya kembali seperti semula.
Purbalarang tidak mau kehilangan
muka, ia mengajak Purbasari adu
panjang rambut. "Siapa yang paling
panjang rambutnya dialah yang
menang !", kata Purbararang.
Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi
karena terus didesak ia meladeni
kakaknya. Ternyata rambut
Purbasari lebih panjang.
"Baiklah aku kalah, tapi sekarang
ayo kita adu tampan tunangan kita,
Ini tunanganku", kata Purbararang
sambil mendekat kepada Indrajaya.
Purbasari mulai gelisah dan
kebingungan. Akhirnya ia melirik
serta menarik tangan Lutung
Kasarung. Lutung Kasarung
melonjak-lonjak seakan-akan
menenangkan Purbasari.
Purbararang tertawa terbahak-
bahak, "Jadi monyet itu
tunanganmu ?".
Pada saat itu juga Lutung Kasarung
segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi
suatu keajaiban. Lutung Kasarung
berubah menjadi seorang Pemuda
gagah berwajah sangat tampan,
lebih dari Indrajaya. Semua terkejut
melihat kejadian itu seraya bersorak
gembira. Purbararang akhirnya
mengakui kekalahannya dan
kesalahannya selama ini. Ia
memohon maaf kepada adiknya dan
memohon untuk tidak dihukum.
Purbasari yang baik hati memaafkan
mereka. Setelah kejadian itu
akhirnya mereka semua kembali ke
Istana.
Purbasari menjadi seorang ratu,
didampingi oleh seorang pemuda
idamannya. Pemuda yang ternyata
selama ini selalu mendampinginya
dihutan dalam wujud seekor lutung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar